Saturday, 20 April 2013

Hardware Jaringan Komputer & Topologi Jaringan

Hardware pada Jaringan Komputer

1. PC (Personal Computer)

Komputer merupakan komponen utama untuk dapat mengkases internet Spesifikasi komputer yang digunakan dalam koneksi internet sangat mentukan cepat atau lambatnya kinerja akses internet. semakin tinggi spesifikasi sebuah komputer, semakin cepat kinerja akses internet, begitu pula sebaliknya.Spesifikasi minimal sebuah komputer dalam akses internet anatra lain sebagi berikut
  •     Processor, merupakan otak dari komputer untuk menjalankan aplikasi- aplikasi dalam komputer. Processor minimal pentium III 500Mhz.
  •     RAM (Random Access Memory) berfungsi sebagai media penyimpanan sementara. RAM minimal 64MB
  •     Harddisk digunakan untuk media penyimpanan data secara magnetik. Harddisk minimal 10GB
  •     VGA card, merupakan perangkat keras untuk menampilakan gambar pada layar monitor. VGA cardminimal 4MB Monitor, merupakan perangkat output untuk menampilkan proses kerja dari computer

2. NIC (Network Interface Card)


NIC Adalah kartu  jaringan atau disebut  juga  LAN Card berupa papan elektronik yang nantinya di pasang pada com puter  yang akan digunakan ke suatu jaringan. Jaringan ini tidak terbatas pada LAN saja, bias juga Workgroup. Sesuai perkembangannya teknologi khususnya jaringan, saat ini banyak jenis dan merek kartu jaringan.
 
3. Kabel
 Ada beberapa jenis kabel yang digunakan dan menjadi standar dalam penggunaan untuk komunikasi data dalam jaringan computer. Kabel-kabel ini sebelumnya harus lulus uji kelayakan sebelum dipasangkan dan digunakan. Hampir 85% kegagalan yang terjadi dalam jaringan computer penyebabanya adalah kesalahan pada media komunikasi yang digunakan, termasuk kabel dan konektor serta kualitas pemasangannya. Kegagalan lainnya disebabkan oleh factor teknis dan kondisi dari sekitar. Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasi yang berbeda. Oleh karena itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada dua kabel yang dikenal dan sering dipakai secara umum dalam jaringan LAN, yaitu coaxial dan twisted pair.
 
 
  • Coaxial Cable
    Media ini paling banyak digunakan sebagai media LAN meskipun lebih mahal dan lebih sukar penggunaannya dibandingkan twisted pair. Kabel ini memiliki bandwith yang lebar, sehingga bisa digunakan untuk komunikasi broadband. Thick Coaxial biasanya digunakan untuk kabel backbone pada jaringan instalasi Ethernet antar gedung. Dapat menjangkau jarak 500 m bahkan 2500 m dengan menggunakan repeater.
  • Twisted Pair Cable
    Kabel TP merupakan suatu kabel yang berintikan tembaga berukuran kecil. Pada masing-masing kabel berisikan 8 buah kabel kecil dengan warna yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan warna pada kabel bertujuan untuk mempermudah dalam memasukannya pada konektor RG-45.
4. Connector


5. HUB 
HUB Berfungsi untuk menggabungkan beberapa komputer menjadi satu buah kelompok jaringan.Mungkin bila kita hanya akan menghubungkan duabuah PC kita hanya akan memerlukan Kabel UTPdengan Crimping dengan metode cross cable. Tapi bagaimana halnya dengan 10 PC ? atau 20 PC ?disinilah fungsi hub bekerja dimana computer-komputer tersebut akan dihubungkin dengan UTP Straight Cable yang dicolokkan ke port-port yang ada di hub dan diset dengan IP dengan alamat jaringan yang sama, maka kita akan berada di dalam jaringan komputer yangterdiri lebih dari 2 buah PC.


 
6. Switch
 
 
Switch merupakan pengembangan dari konsep Bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut-through dan store and forward. Switch cut-through mempunyai kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tijuannya, sedangkan switch store and forward merupakan kebalikannya. Switch ini menerima dan memeriksa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa satu paket merlukan waktu, tetapi proses ini memungkinkan switch mengetahui adanya kerusakan pada paket data dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan. Switch terdapat beberapa kelebihan karena semua segmen jaringan memiliki bandwidth 10 Mbps penuh. Tidak terbagi seperti share network pada penggunaan HUB.

7. Repeater

REPEATER berfungsi untuk penguat sinyal dari kabel , misalnya pada sebuah jaringan LAN dengan topologi start yang menggunakan kabel UTP juga berfungsi memperbaiki dan memperkuat sinyal atau isyarat yang melewatinya,dua sub yang dilewatkan pada repeater memiliki protocol yang sama untuksemua lapisan. Repeater juga berfungsi sebagai memperbesar batasan panjang satu segmen.

8. Router

Router memiliki kemampuan melewatkan paket IPdari satu jaringan ke jaringan yang lain yang mungkin memiliki banyak jalur diantara keduanya dan dapat juga digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN (Local Area Network). Router tidak mempunyai kemampuan untuk mempelajari, namun dapat melakukan pola (alur) data antara dua jaringan yang paling efisien. Router beroperasi pada lapisan Network. (lapisan ketiga OSI). Router tidak memerlukan topologi dan tingkat akses yang diguanakan oleh jaringan. Karena ia beroperasi pada lapisan jaringan. Tidak dihalangi oleh media atau protocol komunikasi. Bridge mengetahui tujuan akhir paket data, namun router hanya mengetahui dimana router berikutnya ditemukan. Router dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan yang mengguankan protocol tingkat ti9nggi yang sama.
Router menjalankan fungsi yang sama seperti sebuah bridge tapi dilakukannya pengartian yang lebih baik. Router secara konstan memeriksa jaringan untuk memonitor pola dari traffic dan penambahan dari titik koneksi, modifikasi, dan penghapusan. Router mengunakan informasi ini untuk membangun sebuah “peta” internal dari jaringan. Router secara periodic menukar informasi dalam internal tabel dengan router lain untuk mendapatkan pengetahuan dari jaringan sesudahnya yang secara langsung terkoneksi.Mereka menggunakan informasi ini untuk meneruskan paket data dari titik koneksi lokal ke penerima yang jauh dan membuat keputusan yang terbaik ketika ada kemungkinan router yang ganda ke sebuah penerima.

9. Access Point
 10. Antena



--------------------------------TOPOLOGI JARINGAN------------------------------

 1. Topologi Jala
 

 Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).

Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).

2. Topologi Star

Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.



3. Topologi Bus

Topologi bus merupakan topologi yang banyak digunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.

Kesulitan utama dari penggunaan kabel sepaksi adalah sulit untuk mengukur apakah kabel sepaksi yang digunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang digunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).


Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan men tap Ethernetnya sepanjang kabel.

Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.

4. Topologi Ring
 
Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.

Pada Topologi cincin, masing-masing titik/node berfungsi sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal disepanjang sirkulasinya, artinya masing-masing perangkat saling bekerjasama untuk menerima sinyal dari perangkat sebelumnya kemudian meneruskannya pada perangkat sesudahnya, proses menerima dan meneruskan sinyal data ini dibantu oleh TOKEN.

TOKEN berisi informasi bersamaan dengan data yang berasal dari komputer sumber, token kemudian akan melewati titik/node dan akan memeriksa apakah informasi data tersebut digunakan oleh titik/node yang bersangkutan, jika ya maka token akan memberikan data yang diminta oleh node untuk kemudian kembali berjalan ke titik/node berikutnya dalam jaringan. Jika tidak maka token akan melewati titik/node sambil membawa data menuju ke titik/node berikutnya. proses ini akan terus berlangsung hingga sinyal data mencapi tujuannya.
 
5. Topologi Tree


Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.

Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.

Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul atau node. Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.

1 comment:

  1. saya mahasiswa dari Jurusan Informatika
    Artikel yang sangat menarik, bisa buat referensi ini ..
    terimakasih ya infonya :)

    ReplyDelete