Monday, 16 April 2012

gastritis erosivum cardia gaster. hiatal hernia.

hasil endoskopi dhimas adalah kata-kata ajaib berikut:
gastritis erosivum cardia gaster. hiatal hernia.

bahasa apa nih? berasa terdampar di Filipin, baca bahasa tagalog!
daripada gue kesel sendiri, akhirnya bertanyalah gue sama mbah gugel. and there it is, penjelasan yg gue dapet dari beribu link yang terdampar di gugel.

------------------------------------------------------------------------------------------------------



awalnya....

Sistem Pencernaan Pada Manusia 
Sistem pencernaan makanan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. 
1. Saluran Pencernaan 
Saluran pencernaan terdiri atas : 
a. Rongga mulut, terdapat lidah, gigi, dan kelenjar ludah 

Lidah 
Fungsi : 
- Sebagai pengecap rasa makanan 
- Membantu mengaduk makanan di dalam rongga mulut 
- Membantu mendorong makanan pada waktu penelanan. 

Gigi 
- Gigi seri (Incicivus), memotong makanan 
- Gigi taring (Caninus), merobek makanan 
- Gigi geraham (Premolar = depan, Molar = belakang) mengunyah makanan 

b. Kerongkongan (Oesofagus) 
Kerongkongan merupakan sebuah saluran yang pipih dan membulat bila ada makanan 
masuk. Sepertiga dinding bagian atas tersusun atas otot lurik, sedangkan dua pertiga 
bagian bawah tersusun atas otot polos. Lapisan otot terdiri atas otot memanjang dan 
melingkar secara bergantian menyebabkan terjadinya gerakan peritaltik. Gerakan ini 
membantu mendorong makanan dari rongga mulut ke lambung. 

c. Lambung (Gaster = Ventriculus) 
Merupakan kantung yang besar terletak di bawah rusuk agak ke kiri. Lambung terdiri atas 
bagian : 
a. Cardiac, bagian lambang sebelah atas dekat dengan hati
b. Fundus, bagian tengah yang menggantung
c. Pilorus, bagian bawah dekat dengan usus halus. 

Dinding lambung terdiri atas otot yang melingkar, memanjang dan menyerong yang 
menyebabkan makanan di dalam lambung teraduk, sehingga saling bergesekan 
terbentuklah bubur. 

d. Usus Halus (Intestinum tenue) 
Panjang usus halus ± 8,25 meter, terbagi atas tiga bagian, yaitu : 
a. Usus dua belas jari (duodenum) panjangnya ± 0,25 meter. 
b. Usus kosong (yeyenum), panjangnya ± 7 meter. 
c. Usus penyerapan (ileum), panjangnya ± 1 meter. 
e. Usus Besar = Colon = Intestinum Crassum 

Bahan makanan yang tidak diserap oleh ileum masuk ke dalam usus besar, yaitu ke kolon. 
Di dalam kolon, sisa makanan akan dibusukkan oleh bakteri (Escherichia coli) sehingga 
mudah dikeluarkan berupa feces (proses defekasi). Rangsangan dari dinding lambung ke 
kolon untuk buang air besar disebut gastrokolik. Lubang yang merupakan muara akhir dari 
saluran pencernaan disebut lubang pelepasan (anus). Dinding anus sebelah dalam terdiri 
atas otot polos dan dinding sebelah luar terdiri atas otot lurik.

Sumber: link ini

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung.

PENYEBAB

Lapisan lambung menahan iritasi dan biasanya tahan terhadap asam yang kuat.
Tetapi lapisan lambung dapat mengalami iritasi dan peradangan karena beberapa penyebab:

1. Gastritis bakterialis biasanya merupakan akibat dari infeksi oleh Helicobacter pylori (bakteri yang tumbuh di dalam sel penghasil lendir di lapisan lambung).
Tidak ada bakteri lainnya yang dalam keadaan normal tumbuh di dalam lambung yang bersifat asam, tetapi jika lambung tidak menghasilkan asam, berbagai bakteri bisa tumbuh di lambung. Bakteri ini bisa menyebabkan gastritis menetap atau gastritis sementara.

2. Gastritis karena stres akut, merupakan jenis gastritis yang paling berat, yang disebabkan oleh penyakit berat atau trauma (cedera) yang terjadi secara tiba-tiba.
Cederanya sendiri mungkin tidak mengenai lambung, seperti yang terjadi pada luka bakar yang luas atau cedera yang menyebabkan perdarahan hebat.

3. Gastritis erosif kronis (ini penyakitnya dhimas) bisa merupakan akibat dari:
- bahan iritan seperti obat-obatan, terutama aspirin dan obat Anti peradangan non-steroid lainnya
- penyakit Crohn
- infeksi virus dan bakteri.

Gastritis ini terjadi secara perlahan pada orang-orang yang sehat, bisa disertai dengan perdarahan atau pembentukan ulkus (borok, luka terbuka).
Paling sering terjadi pada alkoholik (hello, dhimas tuh bukan peminum alkohol juga bukan perokok. then why its attack him then? :[ ).

4. Gastritis karena virus atau jamur bisa terjadi pada penderita penyakit menahun atau penderita yang mengalami gangguan sistem kekebalan.

5. Gastritis eosinofilik bisa terjadi sebagai akibat dari reaksi Alergi terhadap infestasi cacing gelang.
Eosinofil (sel darah putih) terkumpul di dinding lambung.

6. Gastritis atrofik terjadi jika antibodi menyerang lapisan lambung, sehingga lapisan lambung menjadi sangat tipis dan kehilangan sebagian atau seluruh selnya yang menghasilkan asam dan enzim.
Keadaan ini biasanya terjadi pada usia lanjut.
Gastritis ini juga cenderung terjadi pada orang-orang yang sebagian lambungnya telah diangkat (menjalani pembedahan gastrektomi parsial).
Gastritis atrofik bisa menyebabkan anemia pernisiosa karena mempengaruhi penyerapan vitamin B12 dari makanan.

7. Penyakit Mniere merupakan jenis gastritis yang penyebabnya tidak diketahui.
Dinding lambung menjadi tebal, lipatannya melebar, kelenjarnya membesar dan memiliki kista yang terisi cairan.
Sekitar 10% penderita penyakit ini menderita kanker lambung.

8. Gastritis sel plasma merupakan gastritis yang penyebabnya tidak diketahui.
Sel plasma (salah satu jenis sel darah putih) terkumpul di dalam dinding lambung dan organ lainnya.


Gastritis juga bisa terjadi jika seseorang menelan bahan korosif atau menerima terapi penyinaran kadar tinggi.

Gejalanya bermacam-macam, tergantung kepada jenis gastritisnya.
Biasanya penderita gastritis mengalami gangguan pencernaan (indigesti) dan rasa tidak nyaman di perut sebelah ataas.

Ulkus dan gastritis bisa menghilang bila penderita sembuh dengan cepat dari cederanya.
Bila penderita tetap sakit, ulkus bisa membesar dan mulai mengalami perdarahan, biasanya dalam waktu 2-5 hari setelah terjadinya cedera.

Perdarahan menyebabkan tinja berwarna kehitaman seperti aspal, cairan lambung menjadi kemerahan dan jika sangat berat, tekanan darah bisa turun.
Perdarahan bisa meluas dan berakibat fatal

Gejala dari gastritis erosif kronis berupa mual ringan dan nyeri di perut sebelah atas.
Tetapi banyak penderita (misalnya pemakai aspirin jangka panjang) tidak merasakan nyeri.

Jika gastritis menyebabkan perdarahan dari ulkus lambung, gejalanya bisa berupa:
- tinja berwarna kehitaman seperti Aspal (melena)
- muntah darah (hematemesis) atau makanan yang sebagian sudah dicerna, yang menyerupai endapan kopi.

Pada gastritis eosinofilik, nyeri perut dan muntah bisa disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan ujung saluran lambung yang menuju ke usus dua belas jari.

Pada gastritis sel plasma, nyeri perut dan muntah bisa terjadi bersamaan dengan timbulnya ruam di kulit dan diare.

Gastritis akibat terapi penyinaran menyebabkan nyeri, mual dan heartburn (rasa hangat atau rasa terbakar di belakang tulang dada), yang terjadi karena adanya peradangan dan kadang karena adanya tukak di lambung.


Tukak bisa menembus dinding lambung, sehingga isi lambung tumpah ke dalam rongga perut, menyebabkan peritonitis (peradangan lapisan perut) dan nyeri yang luar biasa. Perut tampak kaku dan keadaan ini memerlukan tindakan pembedahan darurat.

Kadang setelah terapi penyinaran, terbentuk jaringan parut yang menyebabkan menyempitnya saluran lambung yang menuju ke usus dua belas jari, sehingga terjadi nyeri perut dan muntah.
Penyinaran bisa merusak lapisan pelindung lambung, sehingga bakteri bisa masuk ke dalam dinding lambung dan menyebabkan nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba.

DIAGNOSA

Jika seseorang merasakan nyeri perut sebelah atas disertai mual atau heartburn, dokter akan menduganya sebagai gastritis.
Jika gejalanya menetap, jarang diperlukan pemeriksaan dan pengobatan dimulai berdasarkan penyebab yang mungkin.

Jika diagnosisnya belum meyakinkan, mungkin perlu dilakukan pemeriksaan lambung dengan endoskopi dan biopsi (pengambilan contoh lapisan lambung untuk diperiksa dibawah mikroskop).

Jika gastritis berlanjut atau kambuh kembali, maka dicari penyebabnya, seperti infeksi, makanan, obat-obatan atau kebiasaan minum penderita.

Gastritis karena bakteri bisa diketahui dari hasil pemeriksaan biopsi.
Penderita gastritis karena bakteri banyak yang membentuk antibodi terhadap bakteri penyebabnya, yang bisa ditemukan dalam pemeriksaan darah.

PENGOBATAN

Jika penyebabnya adalah infeksi oleh Helicobacter pylori, maka diberikan bismuth, antibiotik (misalnya amoxicillin dan claritromycinn) dan obat anti-tukak (omeprazole).

Penderita gastritis karena stres Akut banyak yang mengalami penyembuhan setelah penyebabnya (penyakit berat, cedera atau perdarahan) berhasil diatasi.
Tetapi sekitar 2% penderita gastritis karena stres akut mengalami perdarahan yang sering berakibat fatal.
Karena itu dilakukan pencegahan dengan memberikan antasid (untuk menetralkan asam lambung) dan obat anti-ulkus yang kuat (untuk mengurangi atau menghentikan pembentukan asam lambung).

Perdarahan hebat karena gastritis akibat stres akut bisa diatasi dengan menutup sumber perdarahan pada tindakan endoskopi.
Jika perdarahan berlanjut, mungkin seluruh lambung harus diangkat.

Gastritis erosif kronis bisa diobati dengan antasid.
Penderita sebaiknya menghindari obat tertentu (misalnya aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya) dan makanan yang menyebabkan iritasi lambung.
Misoprostol mungkin bisa mengurangi resiko terbentuknya ulkus karena obat anti peradangan non-steroid.

Untuk meringankan penyumbatan di saluran keluar lambung pada gastritis eosinofilik, bisa diberikan kortikosteroid atau dilakukan pembedahan.

Gastritis atrofik tidak dapat disembuhkan.
Sebagian besar penderita harus mendapatkan suntikan tambahan vitamin B12.

Penyakit M�niere bisa disembuhkan dengan mengangkat sebagian atau seluruh lambung.

Gastritis sel plasma bisa diobati dengan obat anti ulkus yang menghalangi pelepasan asam lambung.

sumber : link ini

------------------------------------------------------------------------------------------------------


Gastritis adalah inflamasi (pembengkakan) dari mukosa lambung termasuk gastritis erosiva yang disebabkan oleh iritasi, refluks cairan kandung empedu dan pankreas, haemorrhagic gastritis, infectious gastritis, dan atrofi mukosa lambung. Inflamasi ini mengakibatkan sel darah putih menuju dinding lambung sebagai respon terjadinya kelainan pada bagian lambung

Gastritis erosiva biasanya akibat dari sakit yang parah atau dari obat-obatan. Stres, etanol, cairan empedu, Non-Steroidal Anti Inflamatory Drug (NSAID) mengganggu barier mukosa lambung, sehingga mudah terluka dengan asam lambung normal. Infeksi dari H.pylori menimbulkan peptic ulcer disease (PUD). H.pylori berkoloni pada lapisan terdalam lapisan mukosa yang merupakan pelindung dari mukosa lambung dan mengganggu fungsinya sebagai pelindung. NSAID dan aspirin juga mengganggu lapisan mukosa pelindung dengan menghambat aktivitas cyclooxygenase mukosa, menurunkan kadar prostaglandin mukosa. Banyak orang yang terdapat koloni H.pylori dan mengkonsumsi obat-obatan tersebut tidak terjadi gastritis ataupun PUD sehingga disimpulkan ada faktor penting lainnya yang juga ikut berperan.


Pengobatan
Pengobatan yang dilakukan terhadap gastritis bergantung pada penyebabnya. Pada banyak kasus gastritis, pengurangan dari asam lambung dengan bantuan obat sangat bermanfaat. Antibiotik digunakan untuk menghilangkan infeksi. Penggunaan dari obat-obatan yang mengiritasi lambung juga harus dihentikan. Pengobatan lain juga diperlukan bila timbul komplikasi atau akibat lain dari gastritis.
Kategori obat pada gastritis adalah:
•    Antasid : menetralisir asam lambung dan menghilangkan nyeri
•    Acid blocker : membantu mengurangi jumlah asam lambung yang diproduksi.
•    Proton pump inhibitor : menghentikan produksi asam lambung dan menghambat H.pylori.
•    Cytoprotective agent : melindungi jaringan mukosa lambung dan usus halus.


------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hernia Hiatal adalah penonjolan dari suatu bagian lambung melalui diafragma, dari posisinya yang normal di dalam perut.

Diafragma adalah lembaran otot yang digunakan untuk bernafas, yang merupakan pembatas antara dada dan perut.

Pada sliding hiatal hernia, perbatasan antara kerongkongan dan lambung, juga sebagian dari lambung, yang secara normal berada di bawah diafragma, menonjol ke atas diagragma.

Pada hernia hiatal paraesofageal, perbatasan antara kerongkongan dan lambung berada dalam tempat yang normal yaitu di bawah diafragma, tetapi bagian dari lambung ada yang terdorong ke atas diafragma dan terletak di samping kerongkongan.

Hernia hiatal sering terjadi, terutama pada usia diatas 50 tahun (please deh dhimas, you're just 19! gimana bisa penyakit kakek-kakek ada sama kamu :3 ).
Akibat dari kelainan ini bisa terjadi regurgitasi asam lambung.

Penyebab hernia hiatal biasanya tidak diketahui, tetapi bisa terjadi karena adanya kelamahan pada jaringan penyokong

Faktor resiko terjadinya hernia hiatal pada dewasa adalah:
- pertambahan usia
- kegemukan
- merokok.

(dikasusnya dhimas, gara-gara kegemukan kali ya :P)

Pada anak-anak, hernia hiatal biasanya merupakan suatu cacat bawaan.
Hernia hiatal pada bayi biasanya disertai dengan refluks gastroesofageal.

Penderita sliding hernia hiatal mencapai lebih dari 40% orang, tetapi kebanyakan tanpa gejala. Gejala yang terjadi biasanya ringan.

Hernia hiatal paraesofageal umumnya tidak menyebabkan gejala. Tetapi bagian yang menonjol ini bisa terperangkap atau terjepit di diafragma dan mengalami kekurangan darah.
Bila keadaannya serius dan timbul nyeri, disebut penjeratan (strangulasi), yang membutuhkan pembedahan darurat.

Kadang terjadi perdarahan mikroskopis atau perdarahan berat dari lapisan hernia, yang bisa terjadi pada kedua jenis hernia hiatal tersebut.

 




  

keterangan gambar
1. gambaran normal gastroesofageal junction, esofagus dan lambung
2. gambaran slidding hernia dimana lambung memasuki rongga dada melalui celah
3. gambaran hernia paraesofageal dimana bagian lambung mendorong diafragma
DIAGNOSA
Biasanya, pemeriksaan rontgen bisa menunjukkan adanya hernia hiatal, meskipun harus disertai dengan penekanan yang kuat pada perut.
PENGOBATAN
Hernia hiatal biasanya tidak membutuhkan pengobatan spesifik, tapi bila disertai dengan refluks asam, harus diobati.

Hernia para esofageal bisa disembuhkan dengan pembedahan untuk mencegah terjadinya strangulasi.
------------------------------------------------------------------------------------------------------

jadi apakah itu gastritis erosivum cardia gaster. hiatal hernia ?  baca aja sendiri tuh yang diatas. hihii :P

yang pasti minta doa aja semoga dhimas cepet sembuh, cepet bisa beraktifitas seperti biasa, kuliah lagi, dan ngumpul lagi sama kita semua :')

1 comment: